Pemkab Kukar Dorong Pedagang Perkenalkan Kuliner Khas Kutai Lewat Event yang Digelar

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Mendukung program Pemerintah Daerah dalam melestarikan serta mempromosikan cita rasa kuliner tradisional, Ivi Wari warga Tenggarong selalu ambil bagian dalam setiap event atau keramaian, dengan mengelar dagangan berupa jajak (Kue) khas Kutai.

 

Adapun Kue tradisional Kutai adalah hasil produknya seperti Kue Temu Kunci, Roti Balok, Bolu Bakar, Dodol Kertap, Jendral Mabok, Podang Kentang serta Bolu Pecak.

 

Menurut Ivi berjualan Kue tradisional bukan semata-mata hanya mencari keuntungan, namun dirinya juga ingin memperkenalkan aneka Kue tradisional khas Kutai yang memiliki cita rasa lezat dan nyaman disantap setiap saat dan waktu.

 

Baginya kue tradisional khas Kutai jangan sampai terkikis atau hilang begitu saja, apalagi Kukar bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN). Mempertahankan kue tradisional itu bagian melestarikan tradisi budaya khususnya di Kutai.

 

"Hari ini saya berjualan di Lokasi baru Car Free Day di Kawasan Cagar Budaya. Sementara untuk hari biasa berjualan di pasar malam bahkan saat ada pelaksanaan event," ucap Ivi Wari pada Poskotakaltimnews, di lapak CFD, Minggu (19/5/2024).

 

Selama puluhan tahun berjualan Kue tradisional, ia mengaku Kue yang dibuatnya sangat banyak diminati seluruh kalangan baik anak-anak, remaja, hingga orang tua. Selain lezat, produk itu dijual dengan harga terjangkau.

 

"Pada CFD kali ini produk yang saya jual dari harga 2 ribu hingga 50 ribu dan di lokasi yang baru ini penjualan bisa tembus mencapai 1 juta rupiah," sebutnya.

 

Ivi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, yang telah memberikan fasilitas lahan untuk berjualan. Hal ini merupakan kesempatan bagi pelaku usaha warga Tenggarong untuk mencari tambahan pendapatan.

 

Pemerintah sendiri sangat mengapresiasi para pedagang Tenggarong yang menjual berbagai makanan tradisional, seperti kue dan lainnya disetiap event yang digelar Pemkab Kukar. Selain menambah pendapatan bagi para pedagang juga membantu Pemerintah dalam mempromosikan dan melestarikan keragaman tradisi dan budaya.

 

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fhatullah mengatakan, ada ratusan pedagang yang berjualan di lokasi CFD yang baru di kawasan cagar budaya. Lokasi itu mendapat antusias yang luar biasa baik dari masyarakat maupun pedagangnya.

 

"Pemindahan lokasi CFD dan pelaku usahanya  itu bagian dari memperkenalkan kawasan cagar budaya secara luas," kata Sayid Fhatullah.

 

Disela sela CFD tersebut juga dibagikan Pesapu atau ikat kepala kepada pedagang maupun masyarakat, Pesapu merupakan properti ciri khas asal Kutai.

"Kami berharap, pelaku usaha untuk dapat meningkatkat kreativitas dan kapasitas produksinya. Dan kami berupaya mewujudkan pelaku UMKM maupun IKM naik kelas," pungkasnya.  (adv/riz)